


Di atas sehamparan tanah yang telah dibebaskan seluas dua hektar, sebuah babak baru dimulai. 145 orang telah menjadi bagian dari Perhutana Family Forest dalam sebuah visi kolektif, kini sudah mengukir jejak lebih dalam melalui proses pengkavlingan dan penanaman Hutan Tanaraya. Setiap plot berukuran 4×4 meter itu bukan sekadar angka, melainkan kanvas harapan tempat benih-benih kehidupan akan ditabur. Sejarah mencatat, perjalanan menuju titik ini penuh dengan pembelajaran; dari setiap kesuksesan dan kegagalan percobaan penanaman, lahir praktik baru dalam merawat dan memuliakan bumi.
Melalui konsep “do nothing forest” menjadi jiwa dari persiapan media tanam kali ini. Sejak akhir tahun lalu, tim Perhutana memilih untuk “tidak melakukan apa-apa”–sebuah tindakan sadar untuk menghentakkan laju “intervensi” dan memberikan ruang bagi tanah serta mikroba untuk bernapas, memulihkan diri, dan beregenerasi dengan caranya sendiri. Dalam kesunyian yang produktif itulah, kekuatan alam bekerja melakukan perbaikan dari dalam. Pada tanggal 06 Novemner 2025, kesabaran itu disinergikan dengan aksi nyata berupa penyiapan media tanam yang lebih baik, sebuah kolaborasi harmonis antara kesabaran dan ikhtiar.
Gelora semangat pertumbuhan hidup setara antara manusia dengan ekosistemnya ini tak hanya diusung oleh para pejuang lingkungan dewasa, melainkan juga oleh para pahlawan hutan cilik. Murid-murid SDN Surawangi, yang sebelumnya telah sukses menciptakan hutan sekolahnya sendiri, dengan penuh keceriaan itu turun tangan menanam. Mereka adalah bukti hidup bahwa titik hijau Perhutana telah menumbuhkan tunas-tunas penerus yang mencintai alam sekitarnya. Momen spesial ini diwarnai dengan peletakan patok terakota pertama, simbol penanda yang kokoh sekaligus prasasti kecil yang mengawali cerita panjang Perhutana Family Forest untuk bumi yang lebih adil untuk semua.






PERUSAHAAN HUTAN TANARAYA